PAROKI ST IGNATIUS DANAN

image
Sejarah

Paroki St Ignatius Danan

Paroki Danan terletak di sebelah Selatan Kabupaten Wonogiri tepatnya di Dusun Danan, Kelurahan Sendang Agung, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Berdirinya paroki Danan tidak terlepas dari peran guru-guru yang bertugas di SD Kanisius Serenan dan Watu Agung. Yayasan Kanisius ketika itu hanya membuka sampai kelas tiga SR (Sekolah Rakyat) dan baru pada tahun 1942 membuka sampai kelas enam SD.

Tahun 1937 Suwarno dengan murid-murid sekolah desa (VS Kanisius Danan) diajak Pak Guru Haryatmojo ke Baturetno (dari NS 1932) untuk mengikuti Perayaan Ekaristi di Stasi Pathuk Baturetno.


Sekretariat
Alamat

Jl. Giriwoyo, Giritontro, Woryantoro

Sendangagung, Giriwoyo

Kabupaten Wonogiri

Jawa Tengah 57675

Telepon

(0273) 461391

E-mail

komsosparokidanan@gmail.com


Jadwal Misa
Misa Harian

Senin, Rabu s/d Jumat: Pukul 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Pukul 16.00 WIB

Misa Mingguan

Sabtu: Pk. 16.00 WIB

Minggu: Pk. 07.30 WIB

37.513 ha

Luas Wilayah

5

Wilayah

19

Lingkungan

11

Kapel

WILAYAH PAROKI DANAN

Wilayah Danan

Danan, Dringo, Jatiharjo

Wilayah Ngampohan

Ngampohan, Pendem, Longsoran, Watuireng

Wilayah Pracimantoro

Pracimantoro , Wonoharjo , Sedayu

Wilayah Paranggupito

Paranggupito , Songbledek

Dua Lingkungan Jauh

Gedongrejo , Tirtosworo

Warta Paroki

HPS SEDUNIA Bersyukur Dengan Berbagi Pangan

Setiap 16 Oktober sejak 1982, Gereja Katolik turut serta memperingati Hari Pangan  Sedunia (HPS). Pada peringatan ke-36 ini KWI mengajak seluruh umat Katolik Indonesia merenungkan tema ”Keluarga Sebagai Komunitas Berbagi Pangan”. Seperti pada Misa  Minggu (14/10) di Gereja St. Ignatius Danan.

Ekaristi hari Minggu tersebut nampak berbeda. Di sekitar pelataran Gereja bediri tenda dan meja-meja tempat berjualan aneka makanan mentah maupun matang oleh ibu-ibu dari lingkungan-lingkungan. Tak hanya itu, hiasan altar juga dibuat dari berbagai macam sayuran dan buah seperti jagung, tomat, kacang panjang dan kacang tanah, pete, terong dll.

Sebelum Misa umat yang hadirpun membawa bingkisan hasil bumi seperti beras dan macam-macam sayuran yang nantinya dijual seusai Misa oleh Panitia di pelataran Gereja. Hasil penjualan ini diperuntukkan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Memang hari minggu saat itu sungguh-sungguh Hari Pangan. Persembahan umat dalam Ekaristi juga dalam bentuk sayuran, buah dan ketela raksasa persembahan umat Paranggupita. Karena begitu besarnya ketela ini harus dipikul oleh dua orang dibawa menuju altar.

Berbagi Pangan 
Pada Ekaristi HPS kali ini, pastor Y. Eka Heru Murcahyana, SJ yang memimpin Misa membacakan Surat Gembala Uskup Agung Semarang pada Peringatan HPS ke-36. Intinya, semangat berbagi pangan sangat penting dan hendaknya ditumbuh kembangkan dalam keluarga. Uskup dalam Surat Gembala juga mengajak umat mengungkap syukur atas anugerah ketercukupan pangan di keluarga masing-masing. Untuk itulah syukur itu diwujudkan dalam menghargai pangan dan kesediaan berbagi untuk saudara/i yang berkekurangan.

Uskup mengingatkan khususnya bagi keluarga-keluarga Katolik di KAS yang berprofesi sebagai petani, peternak dan nelayan. Hendaklah bersyukur, berbangga, dan bergembira sebab boleh ambil bagian dalam karya Allah mensejahterahkan sesama melalui kerja yang menghasilkan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Dalam Surat Gembala tersebut Uskup mengatakan bahwa menjadi petani, peternak dan nelayan bukan pekerjaan rendah namun sangat mulia karena dibutuhkan banyak orang. “Tanpa anda kebutuhan pokok masyarakat tidak akan ada” tegas Uskup Ruby. Henny Alit





OMK PAROKI DANAN REORGANISASI


“Break and Change The Habits”. Rehat dan ubah kebiasaan. Kira-kira apa ya korelasinya dengan OMK paroki St. Ignatius Danan yang baru saja mengadakan reorganisasi (29-30/9) lalu di Gua Maria Sendang Ratu Kenya?

Diikuti 35 peserta yang terdiri dari siswa/i SMA/SMK acara diawali dengan Misa di Gereja sebelum berangkat bersama-sama menuju Gua Maria SRK. Namanya juga OMK, meski reorganisasi tetap saja acara session demi session tetap santai dan diisi dengan permainan.

Permainan ala OMK terlihat sejak acara perkenalan, work shop, refleksi dan outbond. Saat sessi tentang budaya cinta kasih, peserta diajak oleh Hieronimus Suhardiyanto membuat komitmen terhadap diri sendiri dengan menuliskannya di atas kertas origami yang berbentuk hati. Selanjutnya peserta disuruh memecahkan masalah menggunakan permainan gelang besi.

galeri foto klik disini

Meski OMK paroki Danan yang sudah terbentuk sejak belum menjadi paroki,  namun baru sekarang OMK mempunyai logo. Pada kesempatan ini  Ign. Dwi Febrianto, menjelaskan arti lambang dari logo yang didesain Fr. Tiro Angelo Daenuwy. “Lambang yang tertera dalam logo tersebut mengibaratkan situasi kondisi kehidupan OMK Paroki Danan”, jelas Febri yang moderator OMK ini.

 Keesokan harinya peserta ber- outbond dengan permainan menjahit manusia, pancaroba dan menyusun ke bawah. Tujuan permainan ini agar tercipta kekompakan dan kerjasama dalam kelompok untuk memecahkan masalah.


Namun sayangnya, menginjak acara inti yakni pemilihan ketua OMK paroki St. Ignatius Danan, peserta yang sebelumnya antusias mengikuti acara demi acara, mendadak jadi mlempem. Tak satupun peserta yang bersedia mengajukan diri menjadi kandidat ketua OMK. Untuk itu, H. Suhardiyanto yang memandu acara memutuskan mengambil langkah votting. Hasilnya, Amadeus Gilang Dharma Ardika terpilih menjadi ketua OMK yang baru dengan 24 suara mengalahkan Sirilus Hari Prasetya dengan 14 suara.

(Tim penulis OMK Danan)

Srawung “Sajak Lampiran” Beragam Tapi Tetap Satu


Sukacita merajut hidup damai dalam keberagaman adalah Srawung Persaudaraan Sejati. Inilah yang digaungkan orang muda katolik dalam acara Pra Event Srawung Persaudaraan Sejati KAS yang rencananya akan diselenggarakan 26- 29 Oktober 2018. 

Acara Srawung sajak lampiran yang digelar Rayon Klaten (30/9) ini mengangkat tema “Muda, Bergembira, dan Bersaudara”. Dengan srawung Sajak dalam Pikiran ada harapan bisa terus digemakan di kalangan remaja antar beragama. Acara diisi dengan pementasan musik dangdut, pop, yang dikemas lebih santai agar lebih bisa srawung satu dengan lainnya.
  
Selain pentas musik, ada juga sambutan Kepala Desa Gunting karena acara ini diadakan di lapangan Desa Gunting, Wonosari, Klaten. Sedangkan acara inti berupa diskusi kelompok mengenai Phubbing dan Sungkan yang didampingi moderator-moderator yang sudah disiapkan panitia.
   
Namanya juga srawung maka dalam kesempatan yang baik ini OMK bisa bersrawung dengan berbeda-beda paroki, sehingga menciptakan Persaudaraan Sejati. Di samping berdiskusi kelompok dihidangkan berbagai macam makanan yang membuat suasana tambah bersrawung.
   
Dengan adanya kegiatan srawung ini, orang muda lebih menghayati semangat hidup inklusif, inovatif, dan transformatif sehingga lebih srawung. Kegiatan ini sangat memberi dampak positif bagi pemuda-pemudi antar beragama. Selama ini ada pemikiran negatif bahwa penganut agama lain itu tidak baik, karena ketidaktahuan masing-masing pribadi. Untuk itulah dengan srawung OMK bisa menerima satu sama lain meskipun berbeda tapi tetap bersatu.
   
Selain OMK, kegiatan ini juga dihadiri Rm. Pranowo Pr, pendeta, dan pemuka agama lainnya, yang memimpin doa untuk rakyat Palu, Donggala, dan Sigi yang terkena musibah tsunami dan gempa. Di akhir acara ada penyalaan api di lampion dan diterbangkan sehingga membuat suasana hangat dalam penghayati perdamaian hidup antar umat beragama.
(Fani, OMK Danan)


JADWAL NOVENA BUNDA MARIA 2018 - 2019


GOA MARIA SENDANG RATU KENYA PAROKI ST. IGNATIUS DANAN 2018 – 2019
“TEMA : ”MARIA BUNDA BANGSAKU : TELADAN KASIH, KEBENARAN DAN KEADILAN”

No.
Tgl / Bulan
Sub Tema
Pemimpin Misa
Koor
1
 2 September 2018
Firman Allah Yang Membebaskan.
Ag. Sudarisman, Pr.
PS Canticum Amoris Choir Solo Baru
2
7 Oktober 2018
Setia Memperjuangkan Kebenaran.
Y. Eka Heru Murcahyana, SJ.
PS MaReg Choir Semarang
3
28 Oktober 2018
Penutupan Bulan Rosario.
Robertus Budiharyana, Pr.
(Vikep Surakarta)
PS Gekasanig Danan
4
4 November 2018
Kasih-Mu Sumber Keselamatan.
 Ig. Fajar Kristianto, Pr
PS Kita Wonogiri
5
2 Desember 2018
Doa dan Perbuatan Yang Membebaskan.
Clemens Budiarta, SJ.
PS OMK St. Ignatius Danan
6
6  Januari 2019
Persembahan Kasih Yang Sejati.
Thomas Ari Wibowo, Pr.
PS Marino Baturetno
7
3 Februari 2019
Menjadi Nabi Masa Kini
B. Agus Rukiyanto, SJ.
PS SMP PL St. Vincentius
8
3 Maret 2019
Memperjuangkan Buah Yang Baik
CB. Mulyatno, Pr.
PS SMA PL St. Vincentius
9
7 April 2019
Mati Untuk Hidup lagi.
FX. Arko Sudiono, SJ
PS SD Kanisius Serenan
10
5 Mei 2019
Syukur Atas Perutusan-Mu.
Synesius Suyitna, SJ.
PS UAJ Yogyakarta
11
26 Mei 2019
Penutupan Bulan Maria.
B. Hartaja Toto Budyardja, SJ.
PS Evening Choir Yogyakarta

Rabu, 6 Maret 2019 : Rabu Abu.
Misa Novena Dimulai Pukul 09.30 WIB. Untuk Informasi Lebih Lanjut dapat Menghubungi :
Contact Person :
  1. Rm. Y. Eka Heru Murcahyana, SJ (Pastor Paroki St. Ignatius Danan) HP. 087745498389
  2. Sekretariat Paroki St. Ignatius Danan (Phone : 085847810901)

20 Tahun PAROKI DANAN, sudahkah umat berbuat sesuatu?


Ada yang istimewa di hari pelindung paroki St. Ignatius Danan (31/7). Selain dihadiri 12 Imam konselebran sekaligus bertepatan dengan 20 tahun menjadi paroki mandiri. Sebelumnya paroki Danan adalah stasi dari paroki Baturetno

Perayaan Ekaristi ini sebagai puncak dari serangkaian acara dalam menyambut hari pelindung paroki. Sebelumnya diadakan novena di tiap lingkungan dan berbagai lomba untuk ibu-ibu dan anak-anak yakni menghias altar, melukis dan mewarnai gambar St. Ignatius
   
St. Ignatius memang pendiri serikat jesuit (SJ) maka dalam perayaan ekaristi ini juga dihadiri 12 imam SJ, sebagian dari mereka adalah Rm. Markus Sjamsul Wanandi, SJ (rektor kolose St. Mikael solo dan Rm. Albertus Mardi Santosa, SJ (pastor kepala paroki Purbayan).
   

Kisah inspiratif St. Ignatius ini diperagakan dalam bentuk visualisasi drama oleh OMK Paroki Danan sebelum homili. St. Ignatius sebelumnya adalah seorang tentara yang mengalami banyak godaan hingga sempat ingin bunuh diri. Namun gerakan-gerakan roh yang dialami St. Ignatius membuat ia menjadi peka dan ingin berbuat sesuatu untuk kemuliaan Tuhan (AMDG).
   

Seperti yang diungkapkan Rm. Markus dalam homilinya bahwa SJ yang didirikan St. Ignatius adalah pembuka jalan bagi St. Ignatius untuk mencari jiwa dan mewartakan kabar gembira. “Hutang budi kepada Allah yang membuat St. Ignatius berbuat untuk menjawab kasih Tuhan”, kata pastor keturunan tionghoa ini.
   

Untuk itulah dalam kesempatan yang baik ini Romo Markus mengajak ratusan umat yang hadir untuk tetap setia, jangan sampai merubah keputusan beriman kepada Allah dalam persekutuan Gereja Katolik. Umat dipanggil, keluar dari diri sendiri dan membantu sesama seperti yang dilakukan St. Ignatius. “Sudahkah kita berbuat sesuatu untuk mereka?”

Henny alit

JADI PEMILIH YG CERDAS



Pilkada sebentar lagi, bagaimana sebaiknya umat katolik menghadapi tahun politik 2018/2019? Kecerdasan umat Katolik dalam memilih pemimpin menjadi yang utama. Lalu bagaimana menjadi pemilih yang cerdas? Inilah yang menjadi topik utama rekoleksi Dewan Paroki dan Ketua Lingkungan (10/6).

Selain topik di atas peserta yang hadir di Panti Paroki ini juga mendapatkan sosialisai nota pastoral KAS 2018 yang dipandu oleh Pastor Paroki Danan, Y. Eka Heru Murcahyana, SJ. Nota Pastoral Tahun ini mengangkat tema "Merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan demi
terwujudnya peradaban kasih". Revitalisasi artinya menghidupkan kembali apa yang sebelumnya terperdaya.

Menurut pastor Heru, akhir-akhir ini ada pengaburan dan penguburan nilai-nilai Pancasila bahkan ada kecenderungan menganti Pancasila. Maka lewat Nota Pastoral ini diharapkan umat Katolik mendapatkan pembelajaran menghadapi situasi politik 2018/2019. Banyak keprihatinan terutama dari
luar yakni radikalisme (bom), intoleransi dan narkoba. " Ini diakibatkan karena implementasi yang keliru dari nilai-nilai Pancasila dan penafsiran yang keliru tentang ajaran agama", kata Pastor Heru.
Untuk itu Pastor Heru berharap umat segera bertindak dengan wahyu yang kita terima dari Kitab Suci dan tradisi dan magisterium. Dalam Yoh 17:1-26 bahwa umat berada di dunia dan didoakan Yesus agar terus mencari kebenaran.


Rekoleksi ini semakin menarik ketika tim Kerawam Paroki Danan, Ignatius Suratno yang baru saja mengikuti sosialisasi tahun politik dan hukum di Muntilan, menjelaskan lebih detail tentang persiapan menghadapi pilkada 27 juni nanti. Di Jateng ada pilgub yang diikuti 2 paslon. Ratno berharap umat Katolik harus bertindak menjadi pemilih yang cerdas. "Jangan terpengaruh dengan medsos yang banyak menyesatkan, pilihlah pemimpin yang nasionalis dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila" harap Ratno.

Pernyataan Ratno ini menjadi pembicaraan yang menarik ketika salah satu peserta rekoleksi, St. Wakiman menyoal issue masalah pupuk dan pemberlakuan kartu tani yang digelontorkan oleh paslon 1. Sedangkan paslon no. 2 berjanji akan mencabut kartu tani padahal paslon 2 diusung oleh partai yang notabene dari partai intoleran dan tidak jelas komitmennya terhadap Pancasila.


Menanggapi pertanyaan ini, Th. Supriyanto, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan menegaskan, apakah dengan dicabutnya kartu tani akan lancar pupuknya? Sekali lagi jadilah pemilih yang cerdas, wajib mengunakan hak pilih dan mencari pemimpin dan parpol yang jelas komitmenya terhadap
Pancasila, NKRI, Kebhinekaan Tungal Ika dan toleransi sehingga terpilih calon pemimpin yang dapat menyelamatkan bangsa, negara dan alam Ciptaan. "Pilihlah pemimpin dan parpol yang PTP (Pegang Tegu Pancasila), ITB (Inklusif, Toleransi, Kebhinekaan), PPT (Partai Pendukung Teruji)" tegas Supri. (Henny Alit)

HOAX MENJAMUR, KOMSOS WAJIB MEMERANGI



Warta Paroki. Pengguna medsos sudah familiar dengan istilah hoax, berita bohong yang sengaja dibuat untuk menyerang pihak n kelompok tertentu. Bagaimana cara dunia dan masyarakat Indonesia memerangi hoax? Inilah yang menjadi topik utama seminar cybercrime dalam Temu Raya Pekan Komsos 2019 di Wisma Nasareth Semarang (11 - 13 mei). 


Wandi n. Tuturoong yang memberikan materi mengatakan bahwa medsos berkembang sangat cepat dan kita terlambat mengatasinya. Social mesagging jadi fenomenal dan hoax juga ikut fenomenal. "Penetrasi internet sangat tinggi yakni 44%" kata staf ahli utama di kepresidenan kedeputian IV bidang komunikasi politik dan deseminasi informasi. Dampak yang sangat kentara menurut wandi, orang banyak menjadi pengamat politik dadakan dan lebih membahayakan lagi politik dicampur dengan sara yang akan mempengaruhi sendi kebangsaan kita dan mengganggu kerukunan masyarakat. 


Sasaran hoax salah satunya yang sedang viral adalah presiden pro china, komunis dan anti islam serta diulang terus menerus. Sebagai contoh pria asal manado ini menyebut ada 150 juta TKA china masuk Indonesia. Memang ada TKA china yang masuk tapi hanya tenaga ahli untuk investasi bukan tenaga kasar karena ekonomi china sedang berkembang. Dalam industri china, manager dan buruh memakai pakaian yang sama lalu diphoto, viral dan pengaruhi banyak orang. "Ini bukan kritikan kinerja presiden tapi menyerang kinerja presiden, mungkin karena tidak ada lagi yang dapat dikritik" kata wandi. 

Temu Raya Pekan Komsos 2019 di Wisma Nasareth Semarang

Memang hoax sangat kental dengan motif politik dan sangat kreatif jahatnya serta tidak peduli merusak alam pikir generasi muda. Menghadapi itu wandi memberi tip, bangunlah banyak jaringan, buat kontent-kontent positif dan berkoordinasi dengan stake holder yang sama untuk bersama-sama memerangi hoax. Sedangkan yang harus dibangun menurut wandi adalah wacana publik yang terkendali dan positif agat masyarakat publik tidak penuh dengan kebencian. Caranya, buat narasi-narasi yang bagus dan bangun kontent-kontent yang positif. Untuk itulah di depan para penggiat Komsos paroki wandi berharap agar membentuk jaringan, media, banyak menulis, dan adakan pertemuan jaringan agar bisa hadapi fenomena hoax. (Henny Alit)
Diberdayakan oleh Blogger.

Gua Maria Sendang Ratu Kenya

Sekretariat
KOMSOS
(0273) 461391
Giriwoyo, Wonogiri