PAROKI ST IGNATIUS DANAN

image
Sejarah

Paroki St Ignatius Danan

Paroki Danan terletak di sebelah Selatan Kabupaten Wonogiri tepatnya di Dusun Danan, Kelurahan Sendang Agung, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Berdirinya paroki Danan tidak terlepas dari peran guru-guru yang bertugas di SD Kanisius Serenan dan Watu Agung. Yayasan Kanisius ketika itu hanya membuka sampai kelas tiga SR (Sekolah Rakyat) dan baru pada tahun 1942 membuka sampai kelas enam SD.

Tahun 1937 Suwarno dengan murid-murid sekolah desa (VS Kanisius Danan) diajak Pak Guru Haryatmojo ke Baturetno (dari NS 1932) untuk mengikuti Perayaan Ekaristi di Stasi Pathuk Baturetno.


Sekretariat
Alamat

Jl. Giriwoyo, Giritontro, Woryantoro

Sendangagung, Giriwoyo

Kabupaten Wonogiri

Jawa Tengah 57675

Telepon

(0273) 461391

E-mail

komsosparokidanan@gmail.com


Jadwal Misa
Misa Harian

Senin, Rabu s/d Jumat: Pukul 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Pukul 16.00 WIB

Misa Mingguan

Sabtu: Pk. 16.00 WIB

Minggu: Pk. 07.30 WIB

37.513 ha

Luas Wilayah

5

Wilayah

19

Lingkungan

11

Kapel

WILAYAH PAROKI DANAN

Wilayah Danan

Danan, Dringo, Jatiharjo

Wilayah Ngampohan

Ngampohan, Pendem, Longsoran, Watuireng

Wilayah Pracimantoro

Pracimantoro , Wonoharjo , Sedayu

Wilayah Paranggupito

Paranggupito , Songbledek

Dua Lingkungan Jauh

Gedongrejo , Tirtosworo

Warta Paroki

JADI PEMILIH YG CERDAS



Pilkada sebentar lagi, bagaimana sebaiknya umat katolik menghadapi tahun politik 2018/2019? Kecerdasan umat Katolik dalam memilih pemimpin menjadi yang utama. Lalu bagaimana menjadi pemilih yang cerdas? Inilah yang menjadi topik utama rekoleksi Dewan Paroki dan Ketua Lingkungan (10/6).

Selain topik di atas peserta yang hadir di Panti Paroki ini juga mendapatkan sosialisai nota pastoral KAS 2018 yang dipandu oleh Pastor Paroki Danan, Y. Eka Heru Murcahyana, SJ. Nota Pastoral Tahun ini mengangkat tema "Merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan demi
terwujudnya peradaban kasih". Revitalisasi artinya menghidupkan kembali apa yang sebelumnya terperdaya.

Menurut pastor Heru, akhir-akhir ini ada pengaburan dan penguburan nilai-nilai Pancasila bahkan ada kecenderungan menganti Pancasila. Maka lewat Nota Pastoral ini diharapkan umat Katolik mendapatkan pembelajaran menghadapi situasi politik 2018/2019. Banyak keprihatinan terutama dari
luar yakni radikalisme (bom), intoleransi dan narkoba. " Ini diakibatkan karena implementasi yang keliru dari nilai-nilai Pancasila dan penafsiran yang keliru tentang ajaran agama", kata Pastor Heru.
Untuk itu Pastor Heru berharap umat segera bertindak dengan wahyu yang kita terima dari Kitab Suci dan tradisi dan magisterium. Dalam Yoh 17:1-26 bahwa umat berada di dunia dan didoakan Yesus agar terus mencari kebenaran.


Rekoleksi ini semakin menarik ketika tim Kerawam Paroki Danan, Ignatius Suratno yang baru saja mengikuti sosialisasi tahun politik dan hukum di Muntilan, menjelaskan lebih detail tentang persiapan menghadapi pilkada 27 juni nanti. Di Jateng ada pilgub yang diikuti 2 paslon. Ratno berharap umat Katolik harus bertindak menjadi pemilih yang cerdas. "Jangan terpengaruh dengan medsos yang banyak menyesatkan, pilihlah pemimpin yang nasionalis dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila" harap Ratno.

Pernyataan Ratno ini menjadi pembicaraan yang menarik ketika salah satu peserta rekoleksi, St. Wakiman menyoal issue masalah pupuk dan pemberlakuan kartu tani yang digelontorkan oleh paslon 1. Sedangkan paslon no. 2 berjanji akan mencabut kartu tani padahal paslon 2 diusung oleh partai yang notabene dari partai intoleran dan tidak jelas komitmennya terhadap Pancasila.


Menanggapi pertanyaan ini, Th. Supriyanto, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan menegaskan, apakah dengan dicabutnya kartu tani akan lancar pupuknya? Sekali lagi jadilah pemilih yang cerdas, wajib mengunakan hak pilih dan mencari pemimpin dan parpol yang jelas komitmenya terhadap
Pancasila, NKRI, Kebhinekaan Tungal Ika dan toleransi sehingga terpilih calon pemimpin yang dapat menyelamatkan bangsa, negara dan alam Ciptaan. "Pilihlah pemimpin dan parpol yang PTP (Pegang Tegu Pancasila), ITB (Inklusif, Toleransi, Kebhinekaan), PPT (Partai Pendukung Teruji)" tegas Supri. (Henny Alit)

HOAX MENJAMUR, KOMSOS WAJIB MEMERANGI



Warta Paroki. Pengguna medsos sudah familiar dengan istilah hoax, berita bohong yang sengaja dibuat untuk menyerang pihak n kelompok tertentu. Bagaimana cara dunia dan masyarakat Indonesia memerangi hoax? Inilah yang menjadi topik utama seminar cybercrime dalam Temu Raya Pekan Komsos 2019 di Wisma Nasareth Semarang (11 - 13 mei). 


Wandi n. Tuturoong yang memberikan materi mengatakan bahwa medsos berkembang sangat cepat dan kita terlambat mengatasinya. Social mesagging jadi fenomenal dan hoax juga ikut fenomenal. "Penetrasi internet sangat tinggi yakni 44%" kata staf ahli utama di kepresidenan kedeputian IV bidang komunikasi politik dan deseminasi informasi. Dampak yang sangat kentara menurut wandi, orang banyak menjadi pengamat politik dadakan dan lebih membahayakan lagi politik dicampur dengan sara yang akan mempengaruhi sendi kebangsaan kita dan mengganggu kerukunan masyarakat. 


Sasaran hoax salah satunya yang sedang viral adalah presiden pro china, komunis dan anti islam serta diulang terus menerus. Sebagai contoh pria asal manado ini menyebut ada 150 juta TKA china masuk Indonesia. Memang ada TKA china yang masuk tapi hanya tenaga ahli untuk investasi bukan tenaga kasar karena ekonomi china sedang berkembang. Dalam industri china, manager dan buruh memakai pakaian yang sama lalu diphoto, viral dan pengaruhi banyak orang. "Ini bukan kritikan kinerja presiden tapi menyerang kinerja presiden, mungkin karena tidak ada lagi yang dapat dikritik" kata wandi. 

Temu Raya Pekan Komsos 2019 di Wisma Nasareth Semarang

Memang hoax sangat kental dengan motif politik dan sangat kreatif jahatnya serta tidak peduli merusak alam pikir generasi muda. Menghadapi itu wandi memberi tip, bangunlah banyak jaringan, buat kontent-kontent positif dan berkoordinasi dengan stake holder yang sama untuk bersama-sama memerangi hoax. Sedangkan yang harus dibangun menurut wandi adalah wacana publik yang terkendali dan positif agat masyarakat publik tidak penuh dengan kebencian. Caranya, buat narasi-narasi yang bagus dan bangun kontent-kontent yang positif. Untuk itulah di depan para penggiat Komsos paroki wandi berharap agar membentuk jaringan, media, banyak menulis, dan adakan pertemuan jaringan agar bisa hadapi fenomena hoax. (Henny Alit)

OMK PAROKI St. IGNATIUS DANAN ke AMBARAWA dan MUNTILAN


Tanggal 14 April dan 15 April merupakan tanggal yang dinantikan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Ignatius Danan. Mengapa mereka sangat menantikan tanggal itu? Karena tanggal tersebut kami akan mengadakan  studi banding, temu OMK dan Ziarah. Apa saja yang menjadi tujuan kami?Yaitu Paroki St. Yusup Ambarawa, Paroki St. Thomas Rasul Bedono, Goa Maria Kerep Ambarawa, Museum Misi Muntilan, dan Kerkof Muntilan ( Makam para Romo pendahulu di Jawa).
            
Kami berkumpul di halaman Gereja Paroki St. Ignatius Danan kurang lebih pukul 06.30. WIB, kesibukan terlihat menghiasi halaman Gereja saat itu, tentunya kesibukan untuk persiapan pemberangkatan. Sebelum berangkat ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Fr. Tiro Angelo Daenuwy, SJ (selaku Moderator OMK Danan) dan Rm. Y. Eka Heru Murcahyana, SJ ( selaku Romo Paroki St. Ignatius Danan). Mereka berpesan supaya dalam kegiatan ini hendaknya dipenuhi intensi- intensi pribadi utamanya harapan dan ujub doa untuk kemajuan OMK Danan itu sendiri. Sesuai dengan tujuan kegiatan ini juga yaitu Studi Banding dan Temu OMK , maka diharapkan pula dengan kegiatan ini OMK Paroki St. Ignatius Danan dapat belajar banyak hal utamanya dari OMK Paroki St Yusup Ambarawa dan OMK Paroki St. Thomas Rasul Bedono . Kami memandang Paroki St. Yusup Ambarawa dan Paroki St. Thomas Rasul Bedono ini memiliki inovasi dan keunggulan dalam bidang kegiatan kaum muda.
            
OMK gereja Jago

Tujuan pertama kami yaitu Paroki St. Yusup Ambarawa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Jago. Kami tiba di Gereja Jago kurang lebih Pukul 11. 30 WIB, ketika sampai di sini  OMK Gereja Jago menyambut kami dengan hangat dan ramah, seperti bertemu dengan saudara sendiri. Acara pertama yang kami ikuti adalah ramah tamah, keakraban , saling mengenal satu sama lain dan sambutan- sambutan. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dari OMK Gereja Jago tentang kegiatan-kegiatan unggulan mereka seperti kegiatan Porseniman, Paduan Suara , Teater, dan Visualisasi. Ada sesi tanya jawab untuk saling bertukar informasi. Melalui teman –teman OMK Gereja Jago Ambarawa dan dari sharing-sharing mereka, kami mendapat banyak pelajaran berharga yang menguatkan kami bahwa menjadi Orang Muda Katolik itu harus kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko. Ada hal unik lainnya yang tentunya kami patut acungi dua jempol terhadap semangat dan ketulusan OMK Gereja Jago ini, yaitu untuk mengumpulkan Orang muda Katoliknya mereka rela mendatangi satu persatu , dor to dor agar orang muda mau diajak terlibat dalam kegiatan OMK. Alhasil, mereka menjadi OMK yang kompak, solid dan menghasilkan buah-buah dari kekompakan itu antara lain Sukses mengadakan kegiatan porseniman, teaternya sering diundang untuk tampil dalam kampus- kampus, dsb. Selanjutnya, kegiatan di Gereja Jago diakhiri dengan makan siang dan keliling sekitar kompleks gereja.
            
OMK paroki Bedono

Tujuan selanjutnya yaitu Paroki St. Thomas Rasul Bedono. Awal memasuki Gereja ini kami kaget karena gerejanya sepi, tapi setelah kami masuk ke dalam ternyata sudah banyak OMK dari Bedono yang siap menyambut kedatangan kami. Kedatangan kami di sini disambut dengan permainan alat-alat musik yang unik hasil karya mereka beserta umat dari Paroki St. Thomas Rasul Bedono,ada yang dari bambu, ban bekas,dsb.Semua itu dibalut dengan pemainnya yang menggunakan pakaian jawa . “Kesederhanaan” ya yang pertama terlihat dari OMK Bedono. Namun setelah mereka memaparkan kegiatan –kegiatan apa saja yang mereka laksanakan, begitu banyak kekayaan dan keunikan yang ada di dalamnya.Dengan semboyan: OMK St. Thomas Rasul!! Bedo No!!, mereka tampil dengan kekhasan tersendiri. Romo Hartono ( Romo Paroki St. Thomas Rasul Bedono) juga berpesan dalam sambutannya bahwa kita harus membuat yang ada menjadi luar biasa, dan bukan mengada-ada. Romo Hartono juga mengatakan OMK Paroki St. Ignatius Danan pasti juga bisa berkembang menjadi luarbiasa bahkan lebih maju. Di tempat ini kami dibukakan mata bahwa ternyata masih banyak sesuatu yang ada di sekitar kami yang kami abaikan padahal itu bisa menjadi hal yang luar biasa tadi. Acara ini ditutup dengan pemberian kenang- kenangan dari kedua OMK paroki dan foto bersama.
            
Ziarah Gua Maria Kerep Ambarawa

Hari sudah menjelang petang, akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami menuju Goa Maria kerep Ambarawa. Di tempat ziarah ini, kami istirahat dan bermalam di sini. Kami rombongan melakukan doa Rosario bersama, setelah itu kami berdoa di depan patung Bunda Maria menghaturkan intensi- intensi pribadi. Sambil melepas lelah kami, ada yang menonton film ada juga yang menikmati indahnya kompleks Goa Maria Kerep Ambarawa dengan jalan-jalan keliling. Paginya kami berdoa secara pribadi dan foto bersama di depan patung Maria yang menjadi ikon Goa Maria Kerep Ambarawa baru-baru ini. Setelah itu kami sarapan dan melanjutkan perjalanan kami ke Muntilan.
            
Musium Misi Muntilan - Galeri foto klik disini

Sesampainya di Muntilan pada hari kedua, kami diajak mampir ke Bruderan FIC Muntilan, Sebelum menuju Museum Misi Muntilan. Kami diajak keliling kompleks Bruderan sambil dijelaskan tempat-tempat yang ada di dalamnya itu untuk apa saja. Salah satunya yang menjadi ingatan kami adalah kamar Romo Sanjaya. Di sini kami juga berjumpa dengan teman OMK dari Danan juga yang sekarang sedang menjalani proses pendidikan menjadi calon Bruder FIC, yaitu Frater Agus dan Frater Seno. Setelah itu kami menuju Museum misi Muntilan. Di sini kami disambut dengan hangat oleh pengelola museum, kami dijelaskan sejarah berdirinya museum ini dan diajak keliling untuk melihat isi museum tersebut. Kami belajar banyak hal mengenai sejarah Gereja Katolik di Indonesia khususnya di Jawa dan perkembangannya. Setelah selesai berkeliling kami istirahat dan makan siang. Kemudian sampailah pada acara terakhir yaitu misa penutupan di Kerkof Muntilan ( makam para romo pendahulu) yang dipimpin Romo Kris. Kami juga berdoa di makam Romo Stormmesand, SJ yaitu romo yang menjadi tokoh berdirinya Paroki St. Ignatius Danan.Acara diakhiri dengan pemberian kenang- kenangan untuk Romo Kris dan foto bersama.Setelah itu kami pulang kembali ke Paroki St. Ignatius Danan.
             
Semoga dengan perjalanan dua hari ini, kami OMK Paroki St. Ignatius Danan semakin lebih bersemangat, semakin lebih kreatif, dan lebih aktif demi perkembangan Paroki St. Ignatius Danan, baik sekarang maupun masa yang akan datang. Kami bisa menggunakan apa yang ada menjadi luar biasa dan bukan mengada-ada.Maju terus OMK Danan. Bersama kita bisa!!!.(Penulis :Tyas dan Vita)

Paskahan Guru dan Karyawan


RESUME DISKUSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DALAM RANGKA PERAYAAN PASKAH
PAROKI St. IGNATIUS DANAN TAHUN 2018


A.      TEMA
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Katolik St. Ignatius Danan Mengasihi dengan Kata dan Perbuatan

B.       RESUME DISKUSI
1.      Lemparan Bola Salju oleh Romo Basilius Edy Wiyanto, Pr.
a.       Judul: Guru Jaman Now
b.      Rumusan masalah: Guru Digugu lan Ditiru: Masih Relevan?
c.       Pembahasan:
1)      Teori belajar Modelling (Meniru) menurut Albert Bandura dalam Social Learning (1986)
a)      Menurut teori belajar Modelling tingkah laku lingkungan dan kejadian-kejadian internal pada pembelajaran yang memengaruhi persepsi dan aksi memiliki hubungan yang saling memengaruhi.
b)      Ada 4 tahap dalam pembelajaran modeling, yaitu
Ø  Perhatian: subjek harus memerhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya.
Ø  Mengingat: subjek merekam tingkah laku model yang dipelajari dalam ingatannya.
Ø  Reproduksi gerak: informasi yang direkam dan disimpan itu diwujudkan dalam perilaku.
Ø  Motivasi: subjek harus termotivasi untuk meniru perilaku model yang dipelajarinya.
c)      Oleh karena itu, tujuan pendampingan (baca: pendidikan) adalah self afficacy (kepecayaan diri) dan auto regulasi (kemandirian).
d)     Maka, guru merupakan salah satu sumber belajar dan materi ajar.
2)      Termasuk guru macam apakah Anda?
a)      Guru Robot (hanya peduli beban materi yang harus diajarkan)
Ø  Hadir di kelas, mengajar lalu pulang.
Ø  Akibatnya, guru hanya menyampaikan materi sesuai tuntutan kurikulum, tanpa memerhatikan potensi-potensi lain yang dimiliki anak.
b)      Guru Materialistik (memperhitungkan waktu seperti bisnis)
Ø  Guru melaksanakan kewajiban sesuai dengan hak yang diterima.
Ø  “Gaji kecil kok disuruh total dan kreatif, ya gak mungkinlah!”
c)      Guru Sejati (guru yang inspiratif)
Ø  Memiliki keikhlasan untuk mengajar dan belajar.
Ø  Membebaskan/memerdekakan anak dari beban ketakutan, kecemasan, tekanan, dan dari kegelapan karena ketidaktahuan dan ketidaksadarannya.

2.      Pertanyaan diskusi
a.       Profil guru macam apa yang saya idealkan?
b.      Sumber belajar apa saja yang bisa dihadirkan untuk peserta didik di sekolah?
3.      Hasil diskusi kelompok
a.       Profil guru ideal
1)      Tidak sekedar menransfer materi, tetapi juga mendidik, membentuk karakter pribadi peserta didik, mengarahkan peserta didik menjadi pribadi yang lebih mandiri, lebih dewasa, memiliki wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai Pancasila.
2)      Kreatif, inovatif, bisa menginspirasi dan memotivasi peserta didik, bisa membuka wawasan peserta didik sesuai kondisi riil.
3)      Diterima, disayangi, dan selalu dinantikan kehadirannya oleh peserta didik karena memiliki karisma.
4)      Serba bisa dalam hal-hal praktis.
5)      Bisa menjadi panutan, berwibawa, rapi, santun, simpatik, pintar, menarik, terampil, kerja sama, bisa mengambil hati peserta didik.
6)      Memiliki sifat selalu berkata benar, menyampaikan yang baik, kredibel, dan cerdas (kesatuan kata dan perbuatan).
7)      Sosok yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, hati nurani, bukan karena tuntutan uang belaka.
8)      Mengajar seperti Tuhan Yesus.
9)      Menguasai kurikulum, bahan ajar, dan terampil menggunakan berbagai model pembelajaran.
10)  Memahami latar belakang, kondisi, perkembangan, dan kebutuhan peserta didik.
b.      Macam-macam sumber belajar
1)      Kearifan lokal
2)      Pribadi guru
3)      Lingkungan sekitar
4)      Teknologi/internet
5)      Alat peraga: bisa menghadirkan tokoh
6)      Semua hal bisa digunakan sebagai sumber belajar
7)      Alam takambang: alam sekitar, media elektronik, media cetak, pengalaman pribadi
4.      Peneguhan hasil diskusi oleh Romo Basilius Edy Wiyanto, Pr.
Dirangkum dari pembicaraan saat memberikan peneguhan hasil diskusi dan homili.
a.       Profil guru ideal
1)      Kekhasan sekolah Katolik; kekhasan pendidikan Katolik
Sekolah Katolik atau pendidikan Katolik memiliki kekhasan yang membedakannya dengan pendidikan lainnya. Kekhasan itu dibentuk dan dihayati oleh guru-guru Katolik yang berkarya di dalamnya.
Guru Katolik menghayati bahwa menjadi pendidik merupakan karya misioner, menjadi rasul-rasul Kristus yang diutus dalam karya kerasulan pendidikan. Sebagai misionaris, Guru Katolik tidak berhenti pada satu cara, tetapi kreatif membuka kemungkinan, menemukan, dan mencipta karya-karya inovatif untuk mencapai tujuan pendidikan. Seperti perintah Yesus kepada murid-muridnya yang menyerah setelah gagal semalaman menjala ikan: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh,” kata Yesus kepada mereka (Yohanes 21: 6). Iman misioner itu dihayati guru Katolik bahwa seluruh hidup dan karyanya dalam kerasulan pendidikan sebagai kesaksian akan kehadiran Allah. Maka, relasi dengan peserta didik tidak sekedar dipandang sebagai relasi guru – murid. Lebih daripada itu, guru Katolik mampu memahami peserta didiknya secara personal dan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didiknya.
2)      Kriteria guru
Mengacu kekhasan tersebut di atas, ada lima kriteria guru dari yang paling rendah sampai yang paling ideal, yaitu:
a)      Kriteria E: guru cuek, “gak pedulian”
Sama sekali tidak peduli terhadap kompetensi yang harus dimiliki sebagai guru.
b)      Kriteria D: guru malas
Menyadari tuntutan kompetensi guru, tetapi malas berusaha memenuhinya.
c)      Kriteria C: guru robot
Sekedar memenuhi tuntutan kompetensi guru.
d)     Kriteria B: guru kreatif
Memenuhi tuntutan kompetensi guru dan kreatif mencipta karya inovatif.
e)      Kriteria A: guru kreatif, inspiratif, dan misioner
Memenuhi tuntutan kompetensi guru, kreatif menciptakan karya inovatif, mampu menginspirasi orang lain, dan menghayati tugas kerasulannya dalam dunia pendidikan.
3)      Yang perlu diperhatikan guru Katolik
a)      Kreatif
Terus-menerus mencari, menemukan, memilih, menciptakan, dan menggunakan sesuatu yang baru: model pembelajaran, bahan ajar, sumber belajar, karya inovatif, dll.
b)      Inspiratif
Membagikan hasil kreativitas itu kepada pendidik yang lain dan peserta didik. Mampu menumbuhkan keinginan pada diri orang lain – pendidik dan peserta didik – untuk meniru dan mengembangkan apa yang sudah dilakukannya.
c)      Misioner
Memiliki penghayatan iman bahwa tugas sebagai pendidik merupakan tugas perutusan untuk memberikan kesaksian akan kehadiran Allah dalam dunia pendidikan.
b.      Macam-macam sumber belajar
Dasar pemilihan sumber belajar adalah budaya sekolah yang dihayati dan diperjuangkan oleh seluruh warga sekolah. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan perlu duduk bersama untuk merumuskan budaya sekolah agar bisa dihayati dalam seluruh proses pembinaan peserta didik.
Pendidik hanyalah salah satu sumber belajar. Sumber belajar lain adalah narasumber, pengalaman, kearifan lokal, lingkungan sekitar, IT, media cetak, dan media elektronik. Sumber-sumber belajar itu dipilih yang sesuai dengan pencapaian budaya sekolah.
5.      Kesimpulan hasil diskusi
Pendidik dan tenaga kependidikan Katolik Paroki St. Ignatius Danan mengasihi dengan kata dan perbuatan. Mengasihi dengan kata dan perbuatan baru bisa diwujudnyatakan bila pendidik dan tenaga kependidikan melaksanakan tugas kerasulannya secara kreatif, inspiratif, dan misioner. Hal itu tampak pada kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan menciptakan budaya sekolah (baca: budaya belajar)  yang membebaskan/memerdekakan pendidik dari beban ketakutan, kecemasan, tekanan, dan dari kegelapan karena ketidaktahuan dan ketidaksadarannya.

C.       CATATAN
Pertemuan pendidik dan tenaga kependidikan Katolik Paroki St. Ignatius Danan menjadi agenda tahunan. Maka, tolong sampaikan usulan kepada Tim Kerja Pendidikan:
1.      Kapan waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan kepadatan agenda sekolah agar semua bisa ikut terlibat dalam pertemuan ini. Apakah momen Paskah atau Natal?
2.      Bentuk diskusi, seminar, simposium. Tolong rumuskan agak konkret agar bisa ditindaklanjuti sesuai harapan. Hal ini dimaksudkan agar acara kita tidak membosankan sehingga tujuan yang kita inginkan tercapai.

Berkah Dalem

Galeri foto klik dsini


Penulis : bapak Koko Tahwan Muswarno, kepala SMP Pangudiluhur St. Vincentius Giriwoyo

MISA NOVENA 3 BAHASA


Ada yang menarik dari Misa Novena putaran 7 di Gua Maria Sendang Ratu Kenya, Giriwoyo, wonogiri (4/3). Selain memakai 3 bahasa, yakni bahasa Indonesia, Jawa halus dan Jawa ngoko (kasar), Rm. CB. Mulyatno, Pr yang memimpin misapun terkecoh dengan teks misa. Saat itu masih dalam masa Prapaskah namun dalam buku teks tercantum lagu Kemuliaan


Spontan romo Mul begitu ia biasa disapa, siap berdiri. "Gara-gara dalam teks tertulis kemuliaan, jujur spontan saya mau berdiri dan bernyanyi" kata romo sambil diiringi gelak tawa umat yang hadir.


Misa novena dihadiri umat dari paroki Danan dan paroki sekitar di wilayah kevikepan Surakarta serta diiringi koor dari SMA PL St. Vincentius Giriwoyo. Dengan mengambil tema "Menimba Sumber Air Hidup yang Menyelamatkan", romo Mulyatno yang asli dari paroki Danan inipun menyinggung tentang hidup, air dan selamat. "Ning donya iki muk mampir ngombe" kata Romo menyebut istilah bahasa Jawa. Hidup hanya sebentar, hidup dan mati di tangan Tuhan, untuk itu jangan takut mati, takutlah bila hidup tidak berbuat apa-apa.


Lebih lanjut Dosen Kentungan ini menegaskan bahwa untuk memasuki surga hiduplah dalam terang, meski kadang gelap.  "Tidak ada yang tahu besok masih hidup atau sehat" kata Pastor yang tinggal di Mrican ini. Meskipun kelihatan gelap tapi romo kembali mengingatkan bahwa siapa yang percaya pada-Nya akan mengalami terang.

koor dari SMA PL St. Vincentius Giriwoyo

Pastor Mulyatno mencontohkan Ekaristi adalah sumber terang hidup, ada tubuh dan darah Kristus yang kita terima sebagai tanda kehadiran Kristus dan memasuki hidup kekal. "Dari sinilah kita mengenal Kristus, menjadi bait Allah dan hidup dalam Kristus selama-lamanya" kata romo dalam akhir homilinya. Sebagai penutup Misa Novena ini diakhiri dengan Adorasi Ekaristi #Henny Alit

GLENAK -GLENIK DP DANAN BAHAS RAB DAN RAI.

DP Danan bahas RAB dan RAI lebih awal. Kenapa?                                  
Inilah yang menjadi bahan pertanyaan para pengurus DP Danan dalam rapat DP (14/11) di panti paroki Danan. Pastor paroki danan, Y. Eka Heru Murcahyana punya jawabannya. 


Dalam pembukaan, Pastor Heru menjelaskan alasannya yakni RAB dan RAI oleh KAS harus segera dikumpulkan akhir november, hal ini dikarenakan bila ada kebutuhan subsidi KAS bisa bantu sejak Januari. Selain itu investasi bisa dipikirkan mulai sekarang seperti bentuk barang. 

Meski demikian menurut pastor Heru hal ini tidak masalah karena RAB dan RAI adalah hal yang rutin, biasa berjalan dan tidak perlu dipikirkan lagi kecuali untuk anggaran visioner bisa diserahkan akhir Pebruari karena pada Januari masih ada temu pastoral yang menpengaruhi program visioner.                                    
Setelah arahan dari pastor paroki, MC. Slamet Santosa selaku Waketum II DP meminta para pengurus atau timja masuk dalam kelompok per bidang untuk glenak-glenik.                                     

Usai glenak glenik, ketua bidang yang terdiri dari bidang pewartaan, liturgi dan peribadatan, pelayanan dan kemasyarakatan, paguyuban dan persaudaraan, penelitian dan pengembangan, koordinator ketua lingkungan dan wilayah diminta mempresentasikan hasil diskusi tim kerja. 

Salah satu masalah dilontarkan dari timja PIA bidang pewartaan yakni masalah tempat untuk alat peraga sekolah minggu. Anggaran alat peraga sudah siap namun tempat belum ada. Selain itu sulitnya mengumpulkan tim PIA. Pertemuan PIA sangat penting agar ada variasi dalam pendampingan. (Henny alit)

OMK DANAN PEDULI LINGKUNGAN


Apa jadinya kalo OMK yang biasanya berkegiatan di lingkungan gereja sekarang keluar dan terjun ke masyarakat, bermain dan belajar di alam? 

Inilah yang terjadi pada 20 - 21 september 2017 lalu oleh OMK dari rayon selatan (paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri, St. Yusuf Baturetno dan St. Ignatius Danan) di gereja St. Yusuf Baturetno dalam acara rekoleksi dan sarasehan malam satu suro.                   


Mengangkat tema "Menanam dan merawat air serta udara sebagai wujud kepedulian kepada sesama ciptaan", OMK diajak mencintai alam dengan cara mencintai makhluk hidup ciptaan Tuhan. Karena temanya tentang alam, OMK diajak berdinamika bersama dalam 3 kelompok besar dengan pertunjukan drama, musik dan presentasi tentang lingkungan. 


Dari paroki danan yang dimotori kakak Heri mendapat sambutan yang meriah dan antusias dari sekitar 100 peserta yang hadir dan tim dari bedono yang dipimpin Rm. Hartono, Pr, yang mendampingi rekoleksi ini.           


Keesokan harinya peserta melanjutkan acara dengan perjalanan memakai mobil terbuka ke daerah bukit mbah Jonambang, Bertawang, Baturetno. Sesampai di sana peserta disuguhi pemandangan yang cukup indah namun gersang. Untuk itulah para OMK dan karang taruna setempat diajak untuk membuat lubang yang nantinya ditanami pohon yang dapat menyimpan air.                       


Selama kerja bakti ini, tawa dan canda serta antusiasme peserta terlihat di wajah mereka. Maka tak terasa terik matahari siang hari sudah begitu menyengat sehingga para peserta kembali ke camp yakni pastoran Baturetno dan SD Kanisius Baturetno. Sebelum berakhir peserta diminta untuk membuat evaluasi dan refleksi bersama dan sebagai penutup diadakan Misa yang dipimpin Rm. St. Bagus Aris Rudiyanto, SJ.   (Febri, Henny Alit)
Diberdayakan oleh Blogger.

Gua Maria Sendang Ratu Kenya

Sekretariat
KOMSOS
(0273) 461391
Giriwoyo, Wonogiri